“Menjaga Tunas Bangsa, Menyalakan Kesadaran Kebangkitan demi Kedaulatan yang Berakar pada Jiwa Demokrasi”, Bawaslu Mitra Gelar Upacara Peringatan Kenbangkitan Nasional.
|
BawasliMitra - Di balik tegaknya tiang bendera dan langkah yang tertata dalam khidmat, Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan ruang perenungan tentang bagaimana bangsa ini terus menyalakan api kesadaran di tengah zaman yang bergerak cepat. Pada Rabu, 20 Mei 2026, di halaman kantor Bawaslu Kabupaten Minahasa Tenggara, seluruh jajaran berdiri dalam satu barisan makna, memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Upacara yang dipimpin oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Minahasa Tenggara, J. Jobie Longkutoy dan yang memimpin upacara Junaidi Bayahi, ini menjadi simbol bahwa kebangkitan sejati lahir bukan hanya dari keberanian melawan penjajahan, tetapi juga dari kesanggupan menjaga nurani bangsa. Sebab sebuah negara tidak runtuh hanya karena serangan dari luar, melainkan ketika generasinya kehilangan arah, kehilangan nilai, dan kehilangan kesadaran akan arti kebangsaan.
Dengan khidmat, seluruh jajaran sekretariat mengikuti prosesi sebagai bentuk penghormatan terhadap jejak perjuangan para pendiri bangsa. Dalam kesempatan tersebut, Kopman Pasaribu membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang menegaskan bahwa kebangkitan nasional di era modern harus diwujudkan melalui persatuan, penguatan nasionalisme, serta kesiapan generasi muda menghadapi transformasi digital.
Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” mengandung makna filosofis yang mendalam: bahwa generasi muda ibarat tunas yang kelak akan menjadi pohon penyangga negeri. Jika tunas itu dirawat dengan nilai kejujuran, pendidikan, dan kesadaran demokrasi, maka bangsa akan tumbuh kokoh menghadapi zaman. Namun jika tunas itu dibiarkan layu oleh apatisme dan krisis moral, maka masa depan negara perlahan kehilangan akarnya.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi pengingat bahwa tugas pengawasan bukan hanya menjaga proses demokrasi, tetapi juga menjaga harapan rakyat agar tetap hidup dalam keadilan dan kepercayaan. Melalui semangat kebangkitan, Bawaslu Kabupaten Minahasa Tenggara diharapkan terus meneguhkan pengabdian, profesionalitas, dan integritas sebagai penjaga demokrasi yang tidak hanya bekerja dengan aturan, tetapi juga dengan kesadaran moral untuk merawat masa depan bangsa.