Lompat ke isi utama

Berita

Menyalakan Kesadaran, Merawat Demokrasi, Bawaslu Mitra Ikuti Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026

Kick Off p2p 2026

BawasluMitra - Di tengah arus zaman yang terus bergerak, demokrasi tidak lahir hanya dari bilik suara, melainkan dari kesadaran manusia untuk menjaga nilai keadilan dan kebenaran. Dalam semangat itulah, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Minahasa Tenggara mengikuti Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026, di kabupaten Tangerang 12 Mei 2026  yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”.

Kegiatan yang diikuti seluruh jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum se-Indonesia ini bukan sekadar ruang pertemuan digital, melainkan ruang perjumpaan gagasan, tempat kesadaran kolektif tentang demokrasi kembali dinyalakan. Sebab demokrasi sejatinya bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi tentang merawat nurani bangsa agar tidak kehilangan arah di tengah kepentingan dan kekuasaan.
 

Dalam sambutannya, Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum RI, Lolly Suhenty, menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan proses panjang dan komitmen bersama.

“Karena membangun demokrasi yang sehat, demokrasi yang baik itu sesuatu yang membutuhkan proses dan komitmen semua orang termasuk pemerintahan Kabupaten Tangerang. Sehingga adik-adikku sekalian, inilah yang nanti muaranya pada pengawasan partisipatif,” ujar Lolly Suhenty.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pengawasan partisipatif bukan hanya aktivitas administratif, tetapi gerakan moral untuk menjaga martabat rakyat. Ketika masyarakat ikut mengawasi, sesungguhnya masyarakat sedang menjaga harapan agar demokrasi tidak berubah menjadi sekadar seremoni kekuasaan.

Bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Minahasa Tenggara, keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar menanam benih kesadaran demokrasi yang tumbuh dari partisipasi, kejujuran, dan keberanian menjaga kebenaran. Sebab pemilu yang bermartabat hanya akan lahir dari rakyat yang sadar bahwa suara bukan sekadar hak, melainkan amanah bagi masa depan bangsa.