Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Mitra Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Merawat Pancasila, Meneguhkan Keadilan

Hari kesaktian pancasila

Saat Melaksanakan Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 01 Oktober 2026

BAWASLUMITRA — Pancasila tidak hanya hidup dalam teks yang tertulis, tetapi menemukan maknanya ketika nilai-nilainya hadir dalam cara manusia berpikir, bersikap, dan memperlakukan sesamanya. Di dalamnya terdapat pesan bahwa keadilan, persatuan, dan kemanusiaan bukan sekadar cita-cita, melainkan tanggung jawab yang harus terus dirawat.

Semangat itulah yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Minahasa Tenggara, Kamis (1/10/2026), di halaman Sekretariat Bawaslu Kabupaten Minahasa Tenggara.

Upacara tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan, Koordinator Sekretariat, serta seluruh jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Minahasa Tenggara. Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Bawaslu Kabupaten Minahasa Tenggara, Drs. J. Jobie Longkutoy, M.E.

Dalam arahannya, Jobie mengingatkan bahwa menjaga Pancasila bukan semata-mata dengan mengucapkannya dalam upacara, melainkan dengan menghadirkan nilai-nilainya dalam setiap tindakan. Sebab, sebuah ideologi akan kehilangan maknanya apabila hanya berhenti sebagai hafalan, tanpa menjelma menjadi perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Pancasila harus menjadi kompas moral bagi jajaran Bawaslu dalam menjalankan tugas. Ketika kekuasaan bersentuhan dengan kepentingan manusia, maka keadilan harus menjadi pijakan; ketika perbedaan hadir di tengah masyarakat, maka persatuan harus menjadi jalan; dan ketika sebuah keputusan harus diambil, maka kemanusiaan tidak boleh ditinggalkan.

Ia menegaskan bahwa keadilan tidak boleh menjadi milik segelintir orang. Keadilan harus berdiri di atas prinsip kesetaraan, tanpa memandang siapa yang berhadapan dengannya.

“Keadilan itu bukan hanya untuk orang tertentu. Keadilan harus menjadi nilai yang kita pegang bersama dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas pengawasan bukan hanya berbicara tentang aturan dan prosedur. Di balik setiap aturan terdapat manusia yang memiliki hak, harapan, dan martabat yang harus dihormati. Karena itu, menjalankan tugas dengan adil berarti menempatkan setiap orang dalam kedudukan yang setara di hadapan prinsip dan ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Jobie juga memberikan perhatian terhadap penggunaan media sosial di kalangan jajaran Bawaslu. Ia mengingatkan agar derasnya arus informasi tidak membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk berpikir secara kritis.

“Jangan berani menilai negara hanya lewat media sosial,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa apa yang tampak di ruang digital tidak selalu menggambarkan keseluruhan kenyataan. Media sosial menghadirkan potongan-potongan informasi, sementara kebenaran membutuhkan ruang untuk diperiksa, dibandingkan, dan dipahami secara utuh.

Kesaktian Pancasila 01 Oktober 2026

Di tengah zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk merenungkannya, sikap bijak menjadi kebutuhan. Jajaran Bawaslu diingatkan untuk tidak mudah menerima, menyebarkan, ataupun menilai suatu keadaan hanya berdasarkan informasi yang belum teruji. Kebenaran tidak selalu berada pada apa yang paling ramai dibicarakan, tetapi pada apa yang dapat dipertanggungjawabkan.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila akhirnya bukan hanya menjadi ritual tahunan, tetapi ruang untuk kembali bertanya: sejauh mana nilai Pancasila telah hidup dalam tindakan kita?

Sebab mempertahankan Pancasila bukan hanya tentang menjaga sebuah ideologi dari ancaman, tetapi juga tentang menjaga agar nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan tetap memiliki tempat dalam kehidupan berbangsa dan dalam setiap pengabdian kepada masyarakat.

Bagi Bawaslu Kabupaten Minahasa Tenggara, semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk terus menjaga demokrasi. Karena demokrasi yang bermartabat tidak hanya membutuhkan aturan yang kuat, tetapi juga manusia yang memiliki integritas untuk menjalankannya.